Select Language

Check Application Status
en

Resource Zone

Beralih Menuju Sesuatu yang Hebat

Eric Boles

Rate 1 Rate 2 Rate 3 Rate 4 Rate 5 0 Ratings Choose a rating
Please Login or Become A Member for additional features

Note: Any content shared is only viewable to MDRT members.

Boles, mantan pemain NFL dan presiden dari Game Changers, Inc., mendiskusikan cara melepaskan potensi yang membutuhkan kompetisi dengan diri Anda sendiri, bukan sekedar kompetisi. Dengan menghindari rasa cepat puas dan tidak merasa takut akan kegagalan, penolakan arau hal-hal yang belum diketahui, demikian ia berkata, kita dapat berlari melampaui rasa takut dan memaksimalkan kesuksesan kita. Dibawakan pada Pertemuan Tahunan 2017.

Hal ini disebut dengan Beralih Menuju Sesuatu yang Hebat. Itulah judulnya. Ini disebut Beralih Menuju Sesuatu yang Hebat. Bukan merenungkan sesuatu yang hebat, bukan merencanakan sesuatu yang hebat, tapi sebenarnya beralih menuju sesuatu yang hebat. Saya sudah tahu, saya sudah diberi tahu dan sadar bahwa saya berbicara terhadap orang-orang terbaik. Dan apa yang diketahui dari segi pola pikir orang yang terbaik adalah bahwa yang terbaik selalu ingin menjadi lebih baik. Tujuan mereka selalu menjadi lebih baik. Jadi saya meminta izin, sebelum saya benar-benar memulai, saya dapat menantang Anda, dan saya dapat memberi Anda beberapa informasi serta memungkinkan Anda menjadi yang terbaik. Alasan saya harus meminta izin Anda adalah, karena Anda tahu, saya memiliki handuk di tangan saya dan saya benar-benar bisa berkeringat. Saya benar-benar bersemangat.

Tapi saya ingin memastikan bahwa Anda tidak melunturkan semangat saya dan menggantikannya dengan kemarahan. Saya tidak marah; Saya hanya sangat bersemangat. Saya sering berkeringat. Ibu saya mengatakan bahwa itu karena saya spesial, tetapi Anda tahu kan bagaimana biasanya para ibu.

Kami beralih menuju sesuatu yang hebat. Memang benar yang terbaik selalu ingin menjadi lebih baik. Salah satu tantangan yang datang dengan terus melakukan yang terbaik adalah bahwa, berkali-kali, ada hal-hal yang berada di luar kendali Anda. Jadi saya tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang berada di luar kendali Anda, seperti perubahan peraturan atau seperti semua dinamika yang ada di tahun lalu yang memungkinkan Anda menjadi efektif dan kini mulai bergeser di tahun ini. Ada begitu banyak dinamika yang mempengaruhi kita. Dan hal itu tidak akan menjadi fokus saya nantinya. Fokus saya akan sepenuhnya pada Anda. OK? Dapatkah kita melakukan hal itu?

Jadi, mari kita mulai. Kala kita berbicara tentang beralih menuju sesuatu yang hebat, apakah yang kita bicarakan tentang melepaskan? Apakah yang kita bicarakan tentang memberikan? Apa yang kita bicarakan adalah memberikan yang terbaik. Status baru yang bagus di dalam diri kita. Tapi kebesaran itu harus ditantang untuk ditunjukkan. Pernahkah Anda diberi tahu bahwa Anda memiliki banyak potensi. Apakah Anda pernah bosan diberitahu tentang hal itu? Saya mendengarnya pertama kali di bidang atletik-latar belakang saya adalah atletik, jadi saya dapat sedikit bermain football Amerika. Saya minta maaf karena mungkin beberapa dari Anda tidak peduli atau tidak memahami ini, tapi saya dulu bermain football Amerika. Saya memiliki seorang pelatih yang suatu saat mengatakan kepada saya, "18," ia tidak pernah memanggil saya dengan nama saya. Ia memanggil, "Nomor 18, Anda memiliki banyak potensi." Dan itu terasa sangat indah untuk mendengarnya karena Anda harus mengerti, ini adalah kali pertama pelatih ini mengatakan sesuatu yang baik kepada saya. Dan saya menjawabnya, "Terima kasih, Pelatih." Ia berkata, "Jangan berterima kasih kepada saya. Itu berarti Anda belum melakukan apapun."

Hal itu bukanlah bagaimana kita mendefinisikan potensi dalam cara yang akan saya gunakan untuk menjelaskannya. Potensi adalah kemampuan yang terpendam. Itu adalah sukses yang belum tergunakan. Semuanya dapat Anda lakukan, tapi belum terwujud; dan semua itu dapat Anda lakukan, tapi belum terselesaikan. Potensi tidak memiliki rencana pensiun. Apa pun yang telah Anda capai sejauh ini, tidak peduli seberapa hebatnya, tidak lagi potensial. Setiap kali Anda menggunakan lebih banyak potensi Anda, Anda menemukan bahwa masih ada lebih banyak potensi untuk dijangkau. Inilah sebabnya saya tahu pasti bahwa saya berbicara dengan yang terbaik. Karena yang terbaik selalu ingin menjadi lebih baik. Anda tidak mengukur kesuksesan Anda berdasarkan siapa lawan tanding Anda. Anda mengukur kesuksesan Anda berdasarkan apa yang telah Anda lakukan dengan apa yang ada di tangan Anda saat ini, jika hal tersebut masuk akal.

Sekarang, agar lebih praktis, jika saya mendatangi Anda sekarang juga, dan saya memiliki biji pohon ek di tangan saya, dan saya mengajukan pertanyaan sederhana, Apa yang saya miliki di tangan saya? Banyak dari Anda akan menjawab, "Anda memiliki biji pohon ek di tangan Anda." Observasi yang bagus. Beberapa dari Anda mungkin sedikit lebih tercerahkan dan akan berkata, "Sebenarnya, Anda memiliki biji pohon ek di tangan Anda, tapi di dalam biji pohon ek itu ada pohon ek." Itu juga benar. Tapi orang lain mungkin lebih tercerahkan dan akan berkata, "Ya, Anda memiliki biji pohon ek di tangan Anda, tapi di dalam biji ek adalah pohon ek. Tapi di dalam pohon ek itu ribuan biji pohon ek." Jadi berdasarkan bagaimana Anda melihat biji pohon ek itu akan menentukan bagaimana Anda menghargai biji ek tersebut. Sebab, sebenarnya, apa yang Anda miliki di satu biji pohon ek adalah hutan pohon ek.

Alasan saya mengemukakan hal itu dan menghubungkannya dengan Anda adalah ketika Anda memikirkan klien, pikirkan tentang klien tersebut, pikirkan peluang-peluangnya. Pikirkan apa yang sudah ada di tangan Anda. Apa yang kamu lakukan dengan hal tersebut? Apa yang membedakan yang terbaik dari yang biasa-biasa saja, yang hebat dari rata-rata, adalah berulang kali di tingkat rata-rata, mereka yang biasa-biasa saja selalu memikirkan semua hal apa yang masih saya butuhkan agar dapat menjadi yang terbaik. Jadi mereka selalu berpikir, Apa lagi yang perlu saya pahami? Apa lagi yang harus saya miliki? Jika saja saya memilikinya, jika saya menginginkan ini, jika Anda mengubahnya untuk saya. Dimana sebaliknya mereka yang terbaik berpikir, Apa yang sudah saya miliki dan bagaimana cara memaksimalkannya? Tidak hanya itu berlaku bagi para individual, tapi juga berlaku untuk setiap pemimpin. Itulah yang dipikirkan para pelatih hebat dan bagaimana para pemimpin hebat berfungsi.

Jadi tujuannya adalah bagaimana kemudian mengeluarkan potensi atas segala sesuatu yang sudah ada di tangan Anda. Satu hal yang saya ingin Anda pertimbangkan dan pikirkan adalah tentang potensi tersebut, jika kita semua memilikinya, seperti apa yang pelatih saya candakan tentang saya. Tapi kita semua punya potensi. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita melepaskannya? Potensi harus diberi tanggung jawab agar dapat dilepaskan. Hal itu harus ditantang. Saat ini setiap orang dari kalian, pikirkanlah. Hal-hal apa yang benar-benar membawa keluar kehebatan dari diri Anda? Apakah mereka adalah saat-saat yang mudah? Apakah ada saat yang mudah? Apakah ada hal-hal yang dengan begitu saja berhasil dengan sempurna bagi Anda? Tidak, biasanya hal-hal tersebut adalah sesuatu yang harus Anda atasi. Sering kali, Anda menemukan apa yang mampu Anda lakukan berdasarkan tekanan yang sedang dialami. Inilah sebabnya mengapa saya selalu mengorelasikan potensi dengan otot di dalam tubuh.

Itu harus ditantang. Itu harus diberi perlawanan untuk dilepaskan. Saya ingin memastikan bahwa tantangan yang Anda terapkan pada potensi Anda bukan hanya tantangan-tantangan eksternal, tapi juga tantangan-tantangan internal. Jangan menunggu sampai keadaan eksternal menuntut kita untuk menjadi lebih baik. Mengapa kita tidak memutuskan untuk menjadi lebih baik? Mari membuat keputusan untuk menjadi lebih baik. Dan itulah yang ingin saya lakukan bersama dengan Anda.

Hal terakhir yang ingin saya bicarakan ketika menyangkut mengenai potensi adalah sangat penting bagaimana pola pikir untuk mengukur diri Anda, bukan seberapa baik saya melawan kompetitor saya, namun yang lebih penting adalah, seberapa baik saya melakukan melawan diri saya yang terbaik. Inilah yang membedakan rata-rata dari yang biasa-biasa saja.

Maka sekarang, saya akan memberitahu Anda sekarang, olahraga terbaik saya ketika tumbuh dewasa adalah bola basket. Saya percaya saya adalah pemain basket yang lebih baik daripada saya seorang pemain football Amerika. Jadi suatu hari, setelah saya tidak lagi bermain football profesional, saya bermain bola basket di sasana olahraga lokal di lingkungan kami. Dan saya pulang ke rumah dan memberi tahu istri saya. (Nama istri saya Cindy, saya sudah menikah seperti kebanyakan dari kalian.) Saya berkata padanya, "Sayang, saya sungguh bersemangat hari ini. Saya tidak pernah meleset. Sungguh menakjubkan betapa baiknya saya bermain tadi. Saya tahu saya seharusnya bermain bola basket profesional dan bukannya bermain football profesional. Saya mungkin dapat bermain di National Basketball Association, dan dijamin akan mendapatkan kontrak. Mereka bermain di dalam ruang tertutup. Mereka tidak mungkin cedera. Maksud saya, ini sungguh luar biasa. "Dan istri saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada saya, pertanyaan yang sederhana saja.

Pertanyaan pertama yang ia tanyakan adalah, "Siapa yang kamu lawan?" Itu membuat saya menoleh, dan saya berkata, "Saya tidak mengerti maksudmu." Ia lalu melanjutkan, "Saya hanya ingin tahu. Katakan kepadaku siapa yang kamu lawan." Saya berkata," Saya sedang bermain melawan teman saya, Karl. Sayang, saya sangat bersemangat. Kamu mengubah topik pembicaraan." Ia pun berkata," Tidak, biarkan saya terus melanjutkan pertanyaan saya. Seberapa tinggi Karl?" Saya jawab, "Tingginya sekitar lima kaki sembilan, tapi saya enam kaki empat. Sayang, ia benar-benar sangat kuat." Ia melanjutkan, "OK." Dan kemudian ia bertanya kepada saya pertanyaan selanjutnya. "Berapa umur Karl?" Sekarang kamu harus mengingatnya, saat itu saya berusia 29 tahun. "Umurnya sekitar 46 tahun, sayang. Tapi ia dalam kondisi bagus." Dan kemudian ia menyelesaikan pertanyaan itu dan berjalan meninggalkan saya. Saya berpikir, apa yang baru saja terjadi?

Saya memahmi maksud ceritanya, dan saya mendapatkan pesan moralnya, dan itu adalah poin yang sama yang ingin saya sampaikan kepada Anda sekalian. Bagi banyak pemain berkinerja tinggi, jumlah pencapaian Anda sangat fantastis. Orang-orang mengenal Anda sebagai salah satu yang terbaik. Tapi pertanyaannya bukan seberapa bagus Anda melawan pesaing Anda. Dan alasan Anda tidak ingin hal itu menjadi pertanyaannya adalah bahwa ada kemungkinan pesaing Anda tidak begitu bagus. Ini bukan masalah yang semakin berkurang; ini hanya sesuatu yang perlu diingat. Anda masih dapat menjadi yang pertama dan masih berkinerja buruk dibandingkan dengan potensi dalam diri Anda.

Pelatih hebat John Wooden mengatakannya dengan cara yang terbaik. Ia mengatakan bahwa kita semua berkinerja buruk sampai beberapa tingkat karena tidak ada yang memaksimalkan semua potensi yang mereka miliki. Anda menunjukkan kepada saya seorang pemimpin, Anda menunjukkan kepada saya seorang pelatih, Anda menunjukkan kepada saya orang tua dimana standar mereka adalah melepaskan lebih banyak potensi yang dimiliki dibanding hanya menjadi yang pertama, dan Anda akan menemukan bahwa kinerja seluruh tim, keseluruhan kelompok, seluruh keluarga akan meningkat. Karena standarnya tidak hanya menjadi sedikit lebih baik daripada lawan Anda; namun standarnya adalah seberapa besar potensi kita yang sebenarnya yang kita lepaskan.

Sebelum saya melangkah lebih jauh, saya ingin Anda mengingat hal ini. Saya ingin Anda membayangkan bahwa semua kesuksesan yang telah Anda capai masih berada dalam citra sebuah biji pohon ek. Dan pohon ek itu yang tersisa tadi, masih ada di sana.

Jadi apa yang menghalangi kita untuk melepaskan potensi ini? Di situlah saya ingin menghabiskan sisa waktu saya. Empat hal sederhana dalam pola pikir mereka. Saya tidak memberikan apapun dari sudut pandang teknis. Saya ingin memberikan kepada Anda hal-hal yang ada di sekitar pola pikir Anda. Bagaimana pendapat Anda. Jadi dengan demikian dikatakan, apa yang dapat menghalangi kita? Empat hal.

Satu adalah pola pikir. Saya merasa baik-baik saja seperti saat ini. Definisi lain untuk situasi ini adalah rasa puas diri. Sekarang beberapa dari Anda mungkin tidak mengenal football Amerika, tapi Anda akan memahami prinsip ini. Tim olahraga favorit yang Anda cintai, apapun itu, mereka mendapatkan petunjuk. Mereka mengambil risiko. Mereka memanfaatkan peluang. Mereka melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk maju dalam pertandingan atau permainan tertentu yang mereka hadapi. Dan sekarang semakin dekat dengan akhir permainan, dan apa yang akan mereka mulai mainkan? Di football Amerika, kami menyebutnya "pertahanan pencegahan." Mereka mulai bermain untuk tidak kalah daripada tetap agresif untuk menang. Mereka mulai berusaha bertahan dan bukannya terus melakukan penyerangan. Mereka bermain santai, dan mereka membiarkannya untuk menguasai, yang benar-benar dari itu. Mereka mulai membiarkan yang baik menghalangi jalan menuju ke hebat. Mereka mulai membiarkan kinerja yang baik menghalangi kinerja yang hebat. Hasil yang bagus menghalangi hasil yang hebat. Kita sudah berada di depan lebih dari yang pernah kita antisipasi sebelumnya, jadi apa yang akan kita mulai lakukan adalah memainkan permainan dengan aman. Dan ini adalah pola pikir, pola pikir yang berbahaya karena membuat Anda tidak bergerak maju. Tidak ada hal yang selalu dalam situasi yang sama. Entah Anda membaik atau Anda menuju ke arah lain. Seperti yang akan dikatakan oleh mentor saya, "Eric, entah Anda masih muda dan bertumbuh atau Anda sudah matang dan membusuk, dan ini tidak ada hubungannya dengan usia."

Salah satu hal yang saya tanyakan kepadanya adalah, "Baiklah, apakah OK untuk kadang-kadang meluncur? Maksud saya, meluncur seharusnya OK, kan? "Dan jawabannya kepada saya adalah," Tentu saja tidak apa-apa untuk meluncur, tapi ingatlah ini. Agar dapat meluncur Anda pasti perlu untuk menuruni lereng." Anda menunjukkan pernikahan yang baik, itu luar biasa. Tapi jangan biarkan pernikahan yang baik menghalangi pernikahan yang hebat atau tahun yang baik menghalangi pencapaian tahun yang hebat. Sebaiknya bangunlah sesuatu yang hebat di atas yang baik.

Ada kutipan dari seorang pria bernama Eric Hoffer, dan saya pikir penting bagi kita untuk memahaminya. Eric Hoffer mengatakan, "Pada saat perubahan, para pembelajar mewarisi bumi; sementara mereka yang telah belajar banyak mendapati dirinya dilengkapi dengan segala kesiapannya untuk menghadapi dunia yang sudah tidak ada lagi." Di zaman sekarang hal tersebut berbahaya bahwa kita hidup untuk menjadi orang yang tahu segalanya. Jauh lebih baik menjadi orang yang selalu ingin belajar, seseorang yang tetap ingin tahu. Para pemimpin dapat dipelajari, dan itu hal yang bagus. Tapi hal yang baik tentang menjadi pemimpin yang seorang pembelajar adalah bahwa para pembelajar biasanya adalah para pemenang. Jadi jika kita ingin melanjutkan proses itu, kita harus memastikan hal-hal tersebut terus berjalan.

Namun demikian pola pikir adalah segalanya. Saya baik-baik saja seperti saya saat ini, tapi saya dapat menjadi lebih baik. Saya adalah pemimpin yang hebat. Hanya para orang bodoh yang harus saya hadapi. Saya seorang suami yang hebat. Itu adalah istri saya; ia tidak menyadari betapa beruntungnya ia memilikinya, kan? Kita dapat membaca daftar mengenai bagaimana hal itu bukan karena kita; tapi itu karena mereka. Dan sikap itu berbahaya.

Tiga hal berikutnya, adalah fokus utama yakni: ketakutan akan hal yang tidak diketahui, ketakutan akan kegagalan, ketakutan akan penolakan.

Yang pertama berurusan dengan ketakutan akan hal yang tidak diketahui. Dikatakan bahwa orang memilih ketidakbahagiaan daripada ketidakpastian. Mereka lebih suka tidak bahagia dan yakin akan hal itu daripada mengambil risiko dan mengalami proses ketidakpastian untuk mendapatkan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Nah, mengapa hal ini penting bagi para pemimpin? Saat itulah Anda harus memimpin. Begitulah cara kita melakukannya, tapi kita harus mempraktikkannya sendiri. Jadi saat Anda duduk di sana dan memikirkan ketakutan akan hal yang tidak diketahui, ketakutan akan ketidakpastian, istilah lain, dan ketakutan masa depan, jika saya tidak tahu seperti apa masa depan, jika hal itu tidak pasti, saya akan berjuang untuk mempertahankan apa yang ada saat ini.

Salah satu aset kekuatan terbesar seorang pemimpin adalah kemampuan melihat visi. Anda memiliki gambaran tentang seperti apa masa depan tersebut. Membawa kami untuk lebih bersemangat tentang masa depan sehingga kami bersedia melewati periode ketidakpastian agar dapat sampai di sana. Ketika kita berbicara tentang ketakutan akan hal yang tidak diketahui, untuk mengatasinya, tugas yang perlu dilakukan adalah membuat hal yang tidak diketahui menjadi diketahui. Hanya itu yang sedang kita lakukan.

Kata besar lainnya adalah visi dan peramalan. Bukan, itu hanyalah penetapan tujuan. Kami melakukannya setiap saat. Ini suatu fundamental yang mendasar. Itu mudah. Ini hanya menentukan apa yang kita inginkan di masa depan, memutuskan apa yang kita inginkan dan kemudian merancangnya. Itu saja. Dan kita membutuhkan lebih banyak pemimpin untuk melakukan hal tersebut. Sering kali, ketika orang menolak melakukan perubahan, bukan berarti mereka melawan perubahan; mereka hanya tidak dapat membayangkannya. Mereka tahu apa yang terjadi sekarang bahkan jika mereka mengeluh tentang hal tersebut. Dan mereka tidak tahu seperti apa masa depan. Dan itulah yang kita butuhkan sehingga kita memperhatikannya dengan lebih intens.

Anda mungkin hari ini telah memiliki gambaran tentang sebuah visi, tapi apakah Anda punya gambaran tentang hari esok? Karena suatu saat saya mendengar seorang pria bertanya kepada saya, "Eric, setahun dari sekarang Anda akan tiba. Pertanyaannya adalah Anda tiba di mana? "Apakah Anda akan tiba di tempat tujuan yang direncanakan atau tujuan yang tidak direncanakan?

Yang berikutnya adalah ketakutan akan kegagalan. Saya ingin berbicara tentang ketakutan akan kegagalan dengan cara yang cepat. Takut akan kegagalan itu menarik. Pepatah kalimat yang tidak menguntungkan yang akan digunakan orang adalah, "Jika di awal Anda tidak berhasil, carilah alasan." Bukan kalimat terbaik di dunia untuk digunakan, bukan? Tapi secara harafiah belajar dari kesalahan, menerima kesalahan-kesalahan – di masa perubahan yang kita jalani ini, banyak hal berubah terlalu cepat, sehingga tidak mungkin tidak membiarkan kesalahan dan kegagalan menjadi sesuatu dimana kita dapat belajar darinya. Acap kali, orang berhenti setelah mengalami kegagalan. Kenapa Anda berhenti? Karena saya gagal. Bukan. Anda gagal karena Anda berhenti. Kita berada pada masa di mana kita harus belajar lebih banyak untuk mencoba hal baru dan melakukan hal yang berbeda dengan cara yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Dan ini bukan hanya tentang industri Anda. Setiap industri sedang mengalami hal ini sekarang. Ini adalah pola pikir baru. Kita tidak dapat lagi takut akan kegagalan; Kita harus merayakan kegagalan dan mempelajarinya bersama. Kita harus belajar dari pengalaman masing-masing. Satu hal yang ingin saya tekankan di seputar ketakutan akan kegagalan adalah bagaimana kita mengatasi rasa takut akan kegagalan tersebut dari situasi tertentu? Pemimpin industri dan pelatih tantangan melakukan ini terus-menerus. Anda harus bersedia untuk berbagi nilai Anda sendiri. Anda harus berada di tempat yang Anda capai dimana hal itu sangat mengagumkan. Setiap orang berhasil. Tapi apa yang perlu didengar oleh kebanyakan orang, dan juga orang-orang di sekitar Anda, bukanlah kisah sukses Anda, melainkan saat-saat kegagalan Anda yang Anda jalani dan bahwa akhirnya Anda bangkit kembali. Ketika mereka mendengar cerita-cerita itu, hal itu menimbulkan kepercayaan diri mereka bahwa mereka dapat membuat kesalahan, dan tetap ada kehidupan setelah kesalahan tersebut, serta Anda adalah contoh nyata dari keadaan tersebut. Lantas, bagaimana Anda mengatasi rasa takut akan kegagalan? Kami merayakan kegagalan. Bagaimana cara terbaik untuk merayakan kegagalan? Ceritakanlah soal diri Anda sendiri. Gunakanlah hal itu sebagai pengalaman belajar bagi orang-orang di sekitar Anda.

Yang terakhir adalah ketakutkan akan penolakan. Ketakutan akan penolakan bermanifestasi dalam bentuk kemampuan atau ketidakmampuan memberi atau menerima umpan balik. Pikirkan di mana kita akan berada jika kita tidak takut dengan kata tidak. Banyak orang tidak memiliki apa yang mereka inginkan. Mereka belum menghasilkan penjualan seperti yang mereka harapkan. Mereka belum meraih dampak yang mereka ingin capai hanya karena mereka tidak mau mendengar kata tidak. Jadi, kita harus melakukan banyak perencanaan dan penjadwalan serta pembuatan strategi, ketika sebearnya yang dibutuhkan hanyalah satu percakapan dengan satu orang, dan Anda dapat sampai ke tempat yang Anda inginkan dari sejak lama. Akan tetapi kita menghindari percakapan-percakapan tersebut. Kita mundur dari hal tersebut. Kita sebenarnya tidak mencari umpan balik yang kita butuhkan.

Dulu saya berpikir, Jika istri saya belum mengatakan apapun dalam enam bulan terakhir tentang berkeluh kesah, maka ia pasti bahagia. Sedikit kesalahan. Saya bekerja dengan informasi yang buruk. Prinsip utama: Tindakan dan keputusan Anda sama bijaknya dengan basis informasi yang mereka gunakan. Dengan tidak adanya informasi bagus, Anda akan membuat keputusan yang buruk. Jadi bagaimana Anda mendapatkan informasi yang baik? Anda harus memintanya. Dan untuk memintanya, Anda akan merasakan kegelisahan mengalir dalam diri Anda. Apakah itu? Ini adalah ketakutan akan apa yang mungkin Anda dengar.

Sekarang saya menyebutkan ketiganya; ini adalah tiga ketakutan. Dan saya akan meringkasnya dalam contoh yang satu ini. Tiga ketakutan. Ketakutan akan ketidakpastian. Bagaimana Anda mengatasinya? Dengan beberapa perencanaan tujuan. Ketakutan akan kegagalan. Bagaimana Anda menghadapi rasa takut akan kegagalan? Dengan merayakan kejadian-kejadian dan merenungkan kesalahan-kesalahan Anda. Apa yang Anda pelajari dari kesalahan tersebut dan benar-benar merayakannya, yang akan mengalir melalui bagian organisasi dan tim Anda yang lain. Bagaimana Anda mengatasi ketakutan akan penolakan? Anda hanya meminta umpan balik. Anda memberi umpan balik; dan Anda memintanya.

Tapi untuk membuatnya benar-benar praktis, izinkan saya kembali ke tahun rookie saya kala bermain di National Football League, football Amerika sekarang. Saya seoarng wide receiver. Yang berarti pekerjaan saya adalah menangkap bola football. Tapi untuk terjun ke lapangan, saya harus bermain apa yang disebut "tim khusus." Dan untuk berada di lapangan, saya berada di tim kickoff sebagai seorang flyer. Peran flyer di tim kickoff adalah lari ke lapangan secepat mungkin. Ada sesuatu yang datang bersamaan disebut wedge. Wedge terdiri dari empat pria yang leher dan pundaknya saling terkait. Mereka hanyalah orang-orang besar. Dan mereka akan mengikat kedua lengan mereka dan berlari lurus ke depan, dan tugas saya adalah berlari tepat melewati wedge tersebut. Itu adalah pekerjaan yang bodoh, hanya untuk memastikan semua orang memahami artinya. Tidak ada yang hebat dari pekerjaan tersebut. Saya hanya ingin semua orang sadar, bahwa itu adalah pekerjaan yang sangat bodoh. Sekarang, tugas saya adalah lari menuju ke sana dan berlari melewati wedge agar dapat melakukan tackle ataupun membelah barisan wedge tersebut sehingga orang lain dapat berlari melewatinya atau melakukan tackle.

Nah, di permainan khusus ini, saya berhasil turun ke lapangan. Kickoff telah dilakukan. Anda harus melihat saya. Saya berlari, menuju ke sana. Tiba-tiba wedge datang bersamaan, dan saya tersentak bahwa tugas saya adalah berlari melewati wedge itu. Namun jika saya melewatinya, ada kemungkinan saya akan mati. Jadi saya mulai menyusun strategi, memecahkan masalah. Saya merasa, yah, jika saya berlari mengelilingi wedge dan dari belakang melakukan tackle, win-win, saya hidup. Saya melakukannya. Tidak ada kerusakan. Kedengarannya hebat. Jadi itulah yang saya lakukan. Saya berlari sepenuhnya mengitari wedge tersebut. Dan dari belakang, saya berhasil melakukan tackle.

Namun, yang terjadi adalah seharusnya saya melakukan tackle pada jarak 20 yard. Saya berhasil melalukan tackle pada jarak 40 yard, yang berarti mereka memperoleh 20 yard lagi. Mereka memiliki tim penyerang yang sangat bagus. Namanya adalah Dan Marino. Ia bermain untuk Miami Dolphins. Pada akhirnya kita kalah dalam permainan karena apa yang terjadi. Ia hanya harus berlari sekitar 40 yard, 20 yard untuk mencetak gol, dan mereka akhirnya mencetak gol.

Ikuti ini di sini. Saya berada di pinggir lapangan. Saya memiliki rekan kerja yang memberi selamat kepada saya karena saya berhasil melakukan tackle yang mencegah orang tersebut berlari kembali. Saya mendengar orang lain mengatakan, "Eric, pekerjaan bagus. Fantastis. "Meskipun demikian apa yang terjadi adalah bahwa pada hari Senin, kita menonton film. Dan saat menonton film, seluruh tim duduk bersama, dan kami dapat menganalisis dan menilai apa yang terjadi selama permainan beserta umpan baliknya. Apa yang terjadi saat kami pertama kali masuk? Di film itu menunjukkan di layar bahwa nomor 18, yang adalah saya, bukan membelah wedge, tapi berlari mengitarinya. Sebagai hasilnya, kami akhirnya kehilangan posisi lapangan, dan kami kalah. Singkatnya, orang kehilangan pekerjaan mereka tahun itu. Kami tidak berhasil mencapai babak playoff tahun itu. Tidak ada yang menyalahkan, secara eksternal, nomor 18, si rookie kecil ini yang tidak melakukan pekerjaannya. Dalam pertemuan tersebut, pelatih saya menatap saya dan berkata, "18, jika saya dapat menghentikan Anda sekarang juga, jika saya dapat mengeluarkan Anda sekarang juga, saya akan melakukannya. Karena ketakutanmu merugikan kita. Karena Anda berlari mengitari wedge dan bukan melewatinya. Inilah konsekuensi yang kita hadapi. Tidak ada yang akan menyalahkan Anda, tapi semua orang di ruangan ini tahu bahwa hal itu terjadi karena Anda, sehingga kita kalah dalam pertandingan." Jawaban saya kepadanya adalah, "Saya adalah seorang wider receiver. Saya memang tidak seharusnya menabrak orang. Saya tidak dipekerjakan untuk memukul orang. Saya dipekerjakan untuk menangkap bola." Setelah ia kehilangan akal sehatnya, ia kemudian menatap saya dan berujar," Anda tidak mengerti. Anda adalah seorang pemain football. Anda adalah seorang New York Jet. Anda bukan hanya sekedar seorang wide receiver. "

Pemimpin melakukan apa yang perlu dilakukan. Pemimpin tidak melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Ia berkata, "Anda tidak mengerti, rasa takut itu egois. Ketakutan menyebabkan Anda dikonsumsi oleh bagaimana hal-hal akan mempengaruhi Anda. Akibatnya, Eric, Anda memilih untuk bersikap egois, dan ini merugikan seluruh tim. "Dan ia menyelesaikan pemikiran ini untuk saya sehingga saya pergi dengan memperoleh banyak pemikiran dari Anda. Ia berkata, "Bagaimana Anda melakukan satu hal adalah bagaimana Anda melakukan segalanya." Dan saya melangkah mundur dan saya mengenang apa yang terjadi selama bertahun-tahun yang lalu. Dan saya menemukan bahwa di waktu lain saya juga berlari mengelilingi wedge. Sering kali saya berjalan menyusuri lorong saya, dan seharusnya saya melewati wedge dan mengobrol dengan putri remaja saya, namun saya terus berjalan lurus. Sering kali di manajemen kinerja saya ketika saya memimpin orang, saya harus melakukan percakapan nyata dengan anggota tim saya yang tidak tampil pada tingkat tertentu. Tapi alih-alih bercakap-cakap, saya terus berjalan, berharap, menggunakan strategi yang disebut harapan, bahwa semuanya akan menjadi lebih baik dengan sendirinya.

Saya tidak dapat mengatakan berapa kali saya berlari mengelilingi wedge alih-alih bercakap-cakap dengan istri saya. Saya menghindarinya. Apa yang saya katakan sekarang adalah wedge apa yang muncul dalam pikiran Anda? Wedge apa yang Anda hindari? Apa yang perlu kamu lewati? Apa pun yang ada dalam pikiran sekarang adalah hal tersebut. Tolong jangan biarkan hal itu keluar dari kepala Anda.

Inilah yang kuberikan padamu. Berlari melewati wedge meruntuhkan waktu. Berjalan mengelilingi wedge merugikan waktu. Anda tidak akan pernah dapat kembali ke masa lalu. Kesuksesan Anda, berkali-kali, dapat diukur dengan berapa jumlah percakapan tidak nyaman yang Anda ingin lakukan. Sudah jelas Anda memiliki potensi untuk menjadi hebat, tapi kesuksesan hebat adalah hasil dari melakukan hal-hal yang sulit bukan hal yang bijaksana, bukan hal yang mudah. Percakapan apa yang perlu Anda lakukan? Permintaan apa yang Anda butuhkan? Ketakutan menyebabkan kerugian apa bagi Anda?

Seseorang bertanya kepada saya, "Eric, bagaimana Anda dapat menghindari rasa takut?" Anda tidak dapat menghindarinya. Anda harus melewati ketakutan tersebut. Dan seperti kata mentor saya begitu cepat, "Eric, pertimbangkan ini. Ketakutan adalah pintu yang Anda lewati, bukan rumah tempat Anda tinggal." Itu selalu merupakan bagian dari transisi. Jadi inilah tantangan saya bagi Anda hari ini. Kehebatan adalah untuk Anda. Anda memiliki semua yang Anda butuhkan untuk menjadi yang terbaik. Yang saya tawarkan hanyalah alat untuk memungkinkan Anda menjadi yang terbaik sepanjang waktu.

Eric Boles, adalah presiden dari The Game Changers, Inc. Melalui suatu kombinasi pembimbingan, konsultasi, dan pelatihan, ia membantu masa-masa kejatuhan organisasi-organisasi, pencapaian sasaran-sasaran secara cepat dan berfungsi dalam tujuan dan nilai-nilai mereka. Hasil-hasil yang dialami organisasi-organisasi tersebut adalah nyata dan hebat. Seorang pembicara utama yang sangat diakui, Boles menyampaikan wawasan-wawasan dan strategi-strateginya yang menginspirasi dan menantang kepada ribuan pemimpin setiap tahunnya. Keahliannya di bidang kepemimpinan, perubahan budaya, dinamika tim, dan prestasi puncak telah dibagikan kepada para klien seperti Hasbro, Kraft Foods, New York Life, National Association of Realtors, dan Swiss Re. Sebelum menjadi seorang yang memiliki otoritas di bidang prestasi puncak, Boles mempelajari banyak prinsip dinamika tim dan kepemimpinan dari pengalaman dirinya bermain dalam National Football League atau Liga Football Nasional.

 

{{GetTotalComments()}} Comments

Please Login or Become A Member to add comments